Kualitas Antara Kehendak Manusia atau Kehendak Tuhan
Saat kita berbicara tentang gerak, kita
pasti akan bersinggungan dengan kausalitas. Didalam kausalitas, kita
mengenal bahwa segala akibat pasti lahir dari adanya sebab yang
mendahuluinya. Prinsip inilah yang menjadi dasar bagi ilmu-ilmu
pengetahuan. Jadi, bisa dikatakan bahwa gerak juga berlaku prinsip
kausalitas dimana gerak membutuhkan sebab yang mendahuluinya sebelum dia
bergerak. Setiap kali kita bergerak, pasti ada sesuatu sebab yang
mendahuluinya. Misal, A sedang menonton sebuah film di bioskop. A
melakukan gerak yang mengantarnya sampai dikondisinya yang sekarang,
yaitu menonton film. Tapi jika kita melihat A sebelum dia memutuskan
untuk menonton film, pasti ada sebab yang mendahuluinya. Misalnya, A
mendengar dari temannya bahwa film itu bagus dan A merasa tertarik untuk
menonton film tersebut. Disini muncul pertanyaan, darimanakah sebab itu
muncul?
Menurut pendapat sebagian orang bahwa
sebab yang ada hanya ada di alam materialistik. Artinya sebab itu
merupakan kejadian-kejadian yang hanya ada di alam yang bisa diindera.
Contoh untuk kasus ini bisa dilihat dari contoh kasus diatas. Setelah
mendengar percakapan temannya bahwa film itu bagus, maka A segera
menonton film tersebut. Yang menjadi sebab bagi gerak A tersebut adalah
percakapan, dan percakapan disini adalah sesuatu yang ada di alam
materlialistik, artinya bisa terinderai. Sebab yang ada menyebabkan
suatu akibat, dan suatu akibat menjadi sebab bagi akibat lain. Didalam
proses ini kita bisa melihat bahwa proses sebab-akibat itu sendiri
berulang-ulang (continous). Contoh sebab-akibat yang berulang adalah
misalnya, A bergerak atas dasar percakapan yang didengar dari seorang
temannya bahwa film itu bagus, kemudian A datang kebioskop untuk
menonton film itu. Di bioskop dia bertemu dengan seorang penjual kasir.
Proses dimana dia bertemu dengan kasir tersebut merupakan akibat dari
sebab yang menjadi akibat sebelum dia memutuskan untuk datang ke
bioskop, atau lebih tepatnya saat dia mendengar percakapan seorang
teman. Lalu jika kita kembali ke pendapat sebagian orang yang mengatakan
bahwa sebab gerak hanya ada di alam materialistik, maka kita kembali
ditanya bahwa darimanakah sebab-sebab yang berulang tadi muncul?
Seorang filosof dari Yunani, Plato
berpendapat bahwa sebab-sebab tadi muncul dari sebab pertama (prima
causa). Jika kita bukan penganut ateisme, kita pasti mempercayai bahwa
sebab pertama (prima causa) tadi tidak lain adalah Tuhan. Karena Tuhan
merupakan sesuatu yang tidak membutuhkan sebab yang mendahuluinya. Jika
prima causa adalah Tuhan, lalu hubungan antara prima causa atau Tuhan
dengan hukum kausalitas yang mengatur gerak kita sekarang seperti apa?
Apakah campur tangan Tuhan hanya sebatas prima causa saja dan Dia
melepas campur tangannya setelah sebab kedua dan seterusnya muncul, atau
Tuhan masih ikut campur tangan dengan gerak yang diatur prinsip
kausalitas sekarang? Atau malah selama ini, Tuhan lah yang mengatur
segala tindakan dan gerak kita, jadi tidak ada yang namanya kehendak
bebas?
No comments:
Post a Comment