Apakah salah jika saya berbeda pendapat terhadap para ahli?
Apakah salah jika saya berbeda pendapat terhadap para ahli atau para ilmuan sekalipun? Bukankah IDE mereka itu berasal dari apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar dan apa yang mereka pikirkan?
Jika salah, lalu bagaimana jika apa yang saya lihat, apa yang saya dengar, apa yang saya rasakan dan apa yang saya pikirkan itu berbeda?
Inilaha keragu-raguan saya ketika merasa berbeda pendapat terhadap apa yang ada, apa yang saya lihat, apa yang saya dengar, apa yang saya rasakan serta apa yang sedang saya pikirkan. Saya mencoba untuk menjawab keraguan saya tersebut diatas dengan tidak melihat apa yang saya lihat tetapi mencoba untuk melihat apa yang tidak saya lihat, misalnya saya sebagai seorang yang belajar tentang ilmu sosial, contoh ketika saya melihat kritik Karl Marx terhadap kapitalisme maka saya mencoba mecari tahu terlebih dahulu, siapa Karl Marx yang sebenarnya, bagaimanna kehidupannya pada saat itu, situasi dan lingkungan yang ia hidupi pada saat itu seperti apa, sehingga beliau sangat kritis dan dianggap sebgai musuh terbesar kapatalisme, inilah cara saya ketika mau mencoba untuk melihat apa yang bukan saya lihat, mendengar bukan apa yang saya dengar tetapi berusaha mengumpulkan semua inforamasi yang berkaitan dengan apa yang saya dengar atau apa yang saya lihat untuk mengetahui suatu kebenaran dari apa yang saya lihat atau apa yang saya dengar, setelah itu saya mencoba mencari apa yang ada didalam pikiran saya, apa yang saya pikirkan untuk memberikan jawaban atau solusi terhadap apa yang saya lihat tadi.
Pada kenyataannya Marx menolak konsep kapitalisme dan beliau mengatakan bahwa kapitalisme adalah musuh terbesar umat manusia, lalu apakah saya juga harus menutujui Marx hanya karena Dia seorang Ideolog terkemuka, meskipun pada kenyataannya bahwa kapitalisme telah membawa perubahan bersar terhadap kemaajuan dunia? Dari sini sudah bisa membantah keraguan saya sendiri bahwa tidak salah jika berbeda pendapat, sebab suatu pendapat atau IDE itu muncul berdasarkan pada situasi orang yang mengemukakan pendapatnya tentang apa yang ia rasakan dan apa yang ia pikirkan sebagai solusi. Mari kita mencoba untuk melihat kembali kebelakang melihat kehidupan para ilmuan terdahulu, apa yang melatarbelakangi mereka atas temuan-temuan mereka pada saat itu, nah situasi dari orang yang mengemukan pendapat dan situasi orang yang menerima pendapat belum tentu sama, dengan demikian tidak ada salahnya jika orang berbeda pendapat. apalagi pendapat atau IDE tersebut sudah terjadi beberapa abad silam dimana situasi mereka pada saat itu masih serba tradisional yang tidak secanggih sistem digitalisasi pada saat ini yang tentunya sangat mempengaruhi pola hidup dan cara pandang masyarakat. saya mengatakan demikian bukan berarti bermaksud untuk melupakan atau meninggalkan atau menghilangkan jejak mereka melainkan jejak mereka itu tetap menjadi dasar dan inspirasi untuk terus melanjutkan dengan terus-menerus melakukan perubahan sesuai dengan tuntutan jaman dan bukan tetap terpaku pada apa yang sudah ada dalam hanya terpaku suatu objek yang dianggap seolah-olah sebagai absolutisme, tetapi mencoba untuk merubah pola pikir yang lama diganti dengan pola pikir yang baru, jika Marx dulu menganggap bahwa kapatalismen merupakan musuh bagi sejarah perkembangan manusia maka mari kita mencoba untuk berpikir bagaimana cara merubah sesuatu yang dianggap musuh menjadi sahabat atau teman dekat, atau merubah sesuatu yang dinilai buruk dirubah menjadi yang lebih baik sesuai kebutuhan atau situasi dimana kita hidup, jika seandainya dulu ingin bersekolah karena ingin mendapatkan ijazah supaya bisa melamar pekerjaan maka, rubalah pola pikir anda bagaimana ilmu yang kamu daptkan dari sekolah atau kampus sebagai suatu bahan mentah, kemudian kamu kelola bahan mentah itu menjadi bahan jadi untuk dapat digunakan, misalkan ilmu yang kamu peroleh dari sekolah atau kampus itu diibartkan sebagai sebuah singkong maka rebuslah singkong itu supaya matang dan kamu bisa memakannya dan seterusnya jangan berhenti sampai disitu saja tapi terus berpikir bagaimana merubah singkong itu menjadi sesuatu yang multi fungsi, misalkan merubah menjadi krupuk atau menggunakan singkong tersebut menjadi pengganti tenaga listrik untuk dapat menyalakan sebuah lampu LED dan sebagainya, masih banyak lagi yang harus dicoba dan dipelajari, misalkan ketika kita melihat sebuah kalkulator yang fungsinya hanya untuk menghitung lalu bagaimana supaya kita merubah kalkulator itu menjadi multi fungsi, atau merubah bentuk fisiknya sesuai dengan apa yang kita pikirkan atau yang kita inginkan, menurut saya dengan cara berpikir yang seperti ini maka akan terus muncul ide-ide baru untuk melakukan suatu perubahan terus menerus dalam hidup anda, ketika kita sudah terbiasa melakukannya maka tidak menutup kemungkinan untuk meraih apa yang kita inginkan. Jika anda adalah orang teknik maka jangan hanya menjadi orang teknik yang mampu menggunakan alat-alat yang diciptakan oleh orang lain tetapi jika boleh berusahalah untuk mencoba berpikir bagaimana caranya alat itu dapat diciptakan artinya melakukan suatu percobaan bagaimana alat itu dapat dibuat meskipun hanya melakukan sedikit perubahan atau fungsinya. Jika anda adalah seorang ilmu sosial atau ekonomi maka jangan hanya berusaha untuk memahami Ide-ide para ilmuan terdahulu atau hanya berusaha menguasai sistem-sistem yang sudah ada tetapi jika boleh maka berusahalah untuk mengemukan ide anda jikalau ide anda itu ternyata berbeda dan menurut anda apa yang anda maksudkan itu lebih baik, berusahalah untuk menrepakan sistem-sistem yang menurut anda masuk akal dan paling cocok untuk diterapkan ditempat anda. Apa yang saya kemukan disini sebagai suatu ajakan yang memang sangat sulit bagi untuk dilakukan tetapi ada satu hal yang harus kita ketahui bersama bahwa para orang-orang terdahulu, atau para penemu-penemu terdahulu juga mengalami kesulitan yang sama dan bahkan mereka lebih sulit dari kita tetapi mereka tidak pernah putus asa atau menyerah pada situasi mereka lalu menyerah terhadap situasi tersebut melainkan mereka terus mencoba dan mencoba akhirnya mereka berhasil mencapai impian mereka atau merealisasikan ide mereka yang sampai saat ini nama mereka tidak pernah hilang dari permukaan.
Apakah salah jika saya berbeda pendapat terhadap para ahli atau para ilmuan sekalipun? Bukankah IDE mereka itu berasal dari apa yang mereka lihat, apa yang mereka dengar dan apa yang mereka pikirkan?
Jika salah, lalu bagaimana jika apa yang saya lihat, apa yang saya dengar, apa yang saya rasakan dan apa yang saya pikirkan itu berbeda?
Inilaha keragu-raguan saya ketika merasa berbeda pendapat terhadap apa yang ada, apa yang saya lihat, apa yang saya dengar, apa yang saya rasakan serta apa yang sedang saya pikirkan. Saya mencoba untuk menjawab keraguan saya tersebut diatas dengan tidak melihat apa yang saya lihat tetapi mencoba untuk melihat apa yang tidak saya lihat, misalnya saya sebagai seorang yang belajar tentang ilmu sosial, contoh ketika saya melihat kritik Karl Marx terhadap kapitalisme maka saya mencoba mecari tahu terlebih dahulu, siapa Karl Marx yang sebenarnya, bagaimanna kehidupannya pada saat itu, situasi dan lingkungan yang ia hidupi pada saat itu seperti apa, sehingga beliau sangat kritis dan dianggap sebgai musuh terbesar kapatalisme, inilah cara saya ketika mau mencoba untuk melihat apa yang bukan saya lihat, mendengar bukan apa yang saya dengar tetapi berusaha mengumpulkan semua inforamasi yang berkaitan dengan apa yang saya dengar atau apa yang saya lihat untuk mengetahui suatu kebenaran dari apa yang saya lihat atau apa yang saya dengar, setelah itu saya mencoba mencari apa yang ada didalam pikiran saya, apa yang saya pikirkan untuk memberikan jawaban atau solusi terhadap apa yang saya lihat tadi.
Pada kenyataannya Marx menolak konsep kapitalisme dan beliau mengatakan bahwa kapitalisme adalah musuh terbesar umat manusia, lalu apakah saya juga harus menutujui Marx hanya karena Dia seorang Ideolog terkemuka, meskipun pada kenyataannya bahwa kapitalisme telah membawa perubahan bersar terhadap kemaajuan dunia? Dari sini sudah bisa membantah keraguan saya sendiri bahwa tidak salah jika berbeda pendapat, sebab suatu pendapat atau IDE itu muncul berdasarkan pada situasi orang yang mengemukakan pendapatnya tentang apa yang ia rasakan dan apa yang ia pikirkan sebagai solusi. Mari kita mencoba untuk melihat kembali kebelakang melihat kehidupan para ilmuan terdahulu, apa yang melatarbelakangi mereka atas temuan-temuan mereka pada saat itu, nah situasi dari orang yang mengemukan pendapat dan situasi orang yang menerima pendapat belum tentu sama, dengan demikian tidak ada salahnya jika orang berbeda pendapat. apalagi pendapat atau IDE tersebut sudah terjadi beberapa abad silam dimana situasi mereka pada saat itu masih serba tradisional yang tidak secanggih sistem digitalisasi pada saat ini yang tentunya sangat mempengaruhi pola hidup dan cara pandang masyarakat. saya mengatakan demikian bukan berarti bermaksud untuk melupakan atau meninggalkan atau menghilangkan jejak mereka melainkan jejak mereka itu tetap menjadi dasar dan inspirasi untuk terus melanjutkan dengan terus-menerus melakukan perubahan sesuai dengan tuntutan jaman dan bukan tetap terpaku pada apa yang sudah ada dalam hanya terpaku suatu objek yang dianggap seolah-olah sebagai absolutisme, tetapi mencoba untuk merubah pola pikir yang lama diganti dengan pola pikir yang baru, jika Marx dulu menganggap bahwa kapatalismen merupakan musuh bagi sejarah perkembangan manusia maka mari kita mencoba untuk berpikir bagaimana cara merubah sesuatu yang dianggap musuh menjadi sahabat atau teman dekat, atau merubah sesuatu yang dinilai buruk dirubah menjadi yang lebih baik sesuai kebutuhan atau situasi dimana kita hidup, jika seandainya dulu ingin bersekolah karena ingin mendapatkan ijazah supaya bisa melamar pekerjaan maka, rubalah pola pikir anda bagaimana ilmu yang kamu daptkan dari sekolah atau kampus sebagai suatu bahan mentah, kemudian kamu kelola bahan mentah itu menjadi bahan jadi untuk dapat digunakan, misalkan ilmu yang kamu peroleh dari sekolah atau kampus itu diibartkan sebagai sebuah singkong maka rebuslah singkong itu supaya matang dan kamu bisa memakannya dan seterusnya jangan berhenti sampai disitu saja tapi terus berpikir bagaimana merubah singkong itu menjadi sesuatu yang multi fungsi, misalkan merubah menjadi krupuk atau menggunakan singkong tersebut menjadi pengganti tenaga listrik untuk dapat menyalakan sebuah lampu LED dan sebagainya, masih banyak lagi yang harus dicoba dan dipelajari, misalkan ketika kita melihat sebuah kalkulator yang fungsinya hanya untuk menghitung lalu bagaimana supaya kita merubah kalkulator itu menjadi multi fungsi, atau merubah bentuk fisiknya sesuai dengan apa yang kita pikirkan atau yang kita inginkan, menurut saya dengan cara berpikir yang seperti ini maka akan terus muncul ide-ide baru untuk melakukan suatu perubahan terus menerus dalam hidup anda, ketika kita sudah terbiasa melakukannya maka tidak menutup kemungkinan untuk meraih apa yang kita inginkan. Jika anda adalah orang teknik maka jangan hanya menjadi orang teknik yang mampu menggunakan alat-alat yang diciptakan oleh orang lain tetapi jika boleh berusahalah untuk mencoba berpikir bagaimana caranya alat itu dapat diciptakan artinya melakukan suatu percobaan bagaimana alat itu dapat dibuat meskipun hanya melakukan sedikit perubahan atau fungsinya. Jika anda adalah seorang ilmu sosial atau ekonomi maka jangan hanya berusaha untuk memahami Ide-ide para ilmuan terdahulu atau hanya berusaha menguasai sistem-sistem yang sudah ada tetapi jika boleh maka berusahalah untuk mengemukan ide anda jikalau ide anda itu ternyata berbeda dan menurut anda apa yang anda maksudkan itu lebih baik, berusahalah untuk menrepakan sistem-sistem yang menurut anda masuk akal dan paling cocok untuk diterapkan ditempat anda. Apa yang saya kemukan disini sebagai suatu ajakan yang memang sangat sulit bagi untuk dilakukan tetapi ada satu hal yang harus kita ketahui bersama bahwa para orang-orang terdahulu, atau para penemu-penemu terdahulu juga mengalami kesulitan yang sama dan bahkan mereka lebih sulit dari kita tetapi mereka tidak pernah putus asa atau menyerah pada situasi mereka lalu menyerah terhadap situasi tersebut melainkan mereka terus mencoba dan mencoba akhirnya mereka berhasil mencapai impian mereka atau merealisasikan ide mereka yang sampai saat ini nama mereka tidak pernah hilang dari permukaan.
Berikut ini saya mau mencoba melampirkan kisah seorang penemu terkenal bernama Thomas Alva Edison sebagai seorang inspirator dan motivator saya dalam penulisan artikel ini.
Thomas Alva Edison
adalah penemu dari Amerika dan merupakan satu dari penemu terbesar
sepanjang sejarah. Edison mulai bekerja pada usia yang sangat muda dan
terus bekerja hingga akhir hayatnya. Selama karirnya, Thomas Alva Edison
telah mempatentkan sekitar 1.093 hasil penemuannya, termasuk bola lampu listrik dan gramophone, juga kamera film.
Ketiga penemuannya membangkitkan industri-industri besar
bagi industri listrik, rekaman dan film yang akhirnya mempengaruhi
kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Dia juga dikenal sebagai penemu
yang menerapkan prinsip 'produksi massal' bagi penemuan-penemuannya.
Edison sendiri memperoleh keahliannya dalam bidang kelistrikan dan
telegraphy (telegraph untuk komunikasi) pada usia belasan tahun. Pada
tahun 1868, di usia 21 tahun, dia telah mengembangkan dan mempatentkan
penemuannya yang berupa sebuah mesin yang merekam telegraph.
Meskipun beliau adalah merupakan salah satu penemu tersebesar dalam sepanjang sejarah tapi tahukah anda bahwa berapa kali beliau mengalami kegagalan? dan bagaimana cara menyikapi kegagalan yang dialaminya?
Thomas Alva Edison pernah gagal 10083 kali dalam melakukan percobaan untuk menciptakan lampu pijar. meskipun beliau mengalami sekian banyak kali kegagalan dalam percobaannya akan tetapi kegagalan itu tidak pernaha merubah semangat dan usaha keras seorang Edison, prinsip dan motivasi hidup yang tinggi beliau mengatakan bahwa "Tidak ada kata gagal dalam hidup yang ada hanyalah kurang tepat".
Dimasa kecilnya Thomas Alva Edison mengalami masa – masa yang kurang menyenangkan. Saat Edison masih kecil ia hanya bertahan sekolah selama 3 bulan, hal ini karena gurunya menganggap bahwa Edison terlalu bodoh dan tidak bisa menerima pelajaran apapun. Gurunya memutuskan untuk mengeluarkan Edison dari sekolah itu. Secara fisik, bungsu dari tujuh bersaudara yang lahir tanggal 11 Februari 1847 di Milan,
Ohio, Amerika Serikat ini memang agak tuli. Namun itu tak menjadikannya penghalang. Setelah dikeluarkan dari sekolah, ibunya, Nancy memutuskan untuk mengajari Edison di rumah, kebetulan beliau juga berprofesi sebagai guru. Edison kecil mulai diajari membaca, menulis dan berhitung. Tak disangka, Edison sangat cepat menyerap pelajaran yang diterima dari ibunya. Edison kecil sangat gemar membaca, ia membaca berbagai jenis buku. Berjilid-jilid ensiklopedia dibacanya tanpa jemu. Ia juga membaca buku sejarah Inggris dan Romawi, Kamus IPA karangan Ure, dan Principia karangan Newton, dan buku Ilmu Kimia karangan Richard G. Parker.
Meskipun
tidak sekolah, Edison kecil menunjukkan sifat ingin tahu yang mendalam
dan selalu ingin mencoba. Sebelum mencapai usia sekolah dia sudah
membedah hewan-hewan, bukan untuk menyiksa hewan-hewan tersebut, tetapi
murni didorong oleh rasa ingin tahunya yang besar. Bahkan suatu hari
Edison juga pernah mengerami telur ayam. .Pada usia sebelas tahun Edison
membangun laboratorium kimia sederhana di ruang bawah tanah rumah
ayahnya. Setahun kemudian dia berhasil membuat sebuah telegraf yang
meskipun bentuknya primitif tetapi bisa berfungsi.
Tentu saja percobaan-percobaan yang dilakukannya membutuhkan biaya yang lumayan besar. Edison sangat memahami keadaan ekonomi orang tuanya, di usia 12 tahun ia tak enggan jadi pengasong koran, kacang, permen, dan kue di kereta api yang beroperasi antara kota Port Huron dan Detroit. Sebagian keuntungannya diberikan kepada orang tuanya dan sebagian lagi ia gunakan untuk biaya melakukan percobaan Agar waktu senggangnya di kereta api tidak terbuang percuma Edison meminta ijin kepada pihak perusahaan kereta api, “Grand Trunk Railway”, untuk membuat laboratorium kecil di salah satu gerbong kereta api. Di sanalah ia melakukan percobaan dan membaca literatur ketika sedang tidak bertugas.Kemudian ia menjadi operator telegraf, Ia pindah dari satu kota ke kota lain. Di New York ia diminta untuk menjadi kepala mesin telegraf yang penting. Mesin-mesin itu mengirimkan berita bisnis ke seluruh perusahaan terkemuka di New York.
Tahun 1861 terjadi perang saudara antara negara-negara bagian utara dan selatan. Topik ini menjadi perhatian orang-orang. Thomas Alva Edison melihat peluang ini dan membeli sebuah alat cetak tua seharga 12 dolar, kemudian mencetak sendiri korannya yang diberi nama “Weekly Herald”. Koran ini adalah koran pertama yang dicetak di atas kereta api dan lumayan laku terjual. Operasi olahnya mencapai 400 sehari.Pada masa ini Edison hampir kehilangan pendengarannya akibat kecelakaan. Tetapi dia tidak menganggapnya sebagai cacat malah menganggapnya sebagai keuntungan karena ia banyak memiliki waktu untuk berpikir daripada untuk mendengarkan pembicaraan kosong.
Pada musim panas 1862, Edison menyelamatkan seorang anak berusia tiga tahun yang hampir di tabrak oleh mobil. Ayah dari anak yang diselamatkan adalah kepala stasiun kereta api di tempatnya berjualan. Dan sebagai rasa terima kasih, kepala stasiun tersebut mengajari Edison cara menggunakan telegraph. Setelah 5 bulan mempelajari telegraph, Edison bekerja sebagai ahli telegraph selama 4 tahun. Hampir semua gaji yang didapatnya dihabiskan dengan membangun berbagai macam laboratorium dan peralatan listrik.
Edison sangat senang mempelajari sesuatu dan membaca buku-buku yang ada. Dari semua yang dipelajarinya, Edison menerapkan pelajaran tersebut dengan cara bereksperimen di laboratorium kecilnya. Edison tinggal di laboratoriumnya, hanya tidur 4 jam sehari, dan makan dari makanan yang dibawa oleh asistennya ke laboratoriumnya
Tahun 1868 Edison mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf di Boston. Seluruh waktu luangnya dihabiskan untuk melakukan percobaan-percobaan tehnik. Pada tahun ini pula ia menemukan sistem interkom elektrik.
Thomas Alva Edison mendapat hak paten pertamanya untuk alat electric vote recorder tetapi tidak ada yang tertarik membelinya sehingga ia beralih ke penemuan yang bersifat komersial. Penemuan pertamanya yang bersifat komersial adalah pengembangan stock ticker. Edison menjual penemuaannya ke sebuah perusahaan dan mendapat uang sebesar 40000 dollar. Pada tahun 1870 ia menemukan mesin telegraf yang lebih baik. Mesin-mesinnya dapat mencetak pesan-pesan di atas pita kertas yang panjang. Uang yang dihasilkan dari penemuannya itu cukup untuk mendirikan perusahaan sendiri.
Uang ini digunakan oleh Edison untuk membuka perusahaan dan laboratorium di Menlo Park, New Jersey (1874). Di laboratorium inilah ia menghasilkan berbagai penemuan yang kemudian mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia.
Tahun 1877 ia menemukan phonograph. Pada tahun ini pula ia menyibukkan diri dengan masalah yang pada waktu itu menjadi perhatian banyak peneliti: lampu pijar. Edison menyadari betapa pentingnya sumber cahaya semacam itu bagi kehidupan umat manusia. Oleh karena itu Edison mencurahkan seluruh tenaga dan waktunya, serta menghabiskan uang sebanyak 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk percobaan membuat lampu pijar. Persoalannya ialah bagaimana menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri arus listrik tetapi tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam. Tahun 1882 ia memasang lampu-lampu listrik di jalan-jalan dan rumah-rumah sejauh satu kilometer di kota New York. Hal ini adalah pertama kalinya di dunia lampu listrik di pakai di jalan-jalan. Pada tahun 1890, ia mendirikan perusahaan General Electric.
Masih banyak lagi hasil penemuan Edison yang bermanfaat. Secara keseluruhan Edison telah menghasilkan 1.039 hak paten. Penemuannya yang jarang disebutkan antara lain : telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak.
Thomas Edison juga berjasa dalam bidang perfilman. Ia menggabungkan film fotografi yang telah dikembangkan George Eastman menjadi industri film yang menghasilkan jutaan dolar seperti saat ini. Dia pun membuat Black Maria, suatu studio film bergerak yang dibangun pada jalur berputar.
Kemudian sejarah ilmu pengetahuan mencatat nama orang yang hidup tahun 1847-1931 ini (meninggal di West Orange, New York, pada tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun), sebagai penemu terbesar di dunia dengan 3000 penemuan. Ia bahkan pernah menemukan 400 macam penemuan dalam masa 13 bulan. . Edison melakukan percobaan dan eksperimen terus menerus hingga penemuan-penemuannya menjadi sempurna. Mungkin kata yang cocok untuk menggambarkan kepandaian Edison adalah: "Genius adalah 99% kerja keras"
Saya sengaja melampirkan kisah beliau sebagai kisah inspiratif untuk manksud dan tujuan dari topik tersebut diatas, bahwa yang sesungguhnya pengetahuan dan impian itu tidak datang sendirinya tanpa adanya usaha keras yang dilakukan, sesungguhnya segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia sudah ada sejak dunia dijadikan, semuanya telah disediakan oleh Allah dengan apa untuk mengelola mengelola ciptaan-Nyapun Allah telah sediakan dan telah diserahkan kepada manusia sejak manusia diciptakan (Kej 1:26) manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah ini artinya pikiran yang digunakan oleh Allah untuk menciptakan dunia serta isinya saat itu telah diberikan kepada manusia yaitu akal budi, dengan maksud agar manusia mengunakan akal budi tesebut untuk mengelola sumber daya alam yang telah Allah sediakan. sebab itu manusia dengan akal budinya merawat dan mengelola sumber daya alam yang ada sebagai generasi penerus. Segala sesuatu yang diciptikan oleh Allah semuanya mempunyai manfaat dan fungsi masing-masing sesuai dengan kebutuhan hidup manusia namun tergantung bagaimana cara setiap orang dapat berpikir untuk menggunakan segala ciptaan yang ada untuk menunjang hidupnya, oleh sebab itu jangan berhenti berpikir dan bermimpi atau berkehendak, tapi mari kita terus mencoba untuk memulai hal-hal yang baru meskipun gagal, meskipun sulit tapi yang terpenting bagi kita adalah lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali, saya mau mengulang kembali perkataan Thomas Alva Edison bahwa lupakanlah kata gagal dalam pikiranmu tetapi ingatlah bahwa yang ada hanyalah cara yang belum tepat, sebab jika gagal sekali terus mencoba dan mercoba lagi dengan cara dan strategi yang berbeda dan apabila sudah menemukan cara dan strategi yang tepat maka anda akan berhasil, ingat bahwa sesutu yang ada didunia ini tidak ada yang mutlak absolut tetapi yang ada hanyalah perubahan yang berjalan seiring dengan berputarnya waktu, siang menjadi malam dan sebaliknya, ini menunjukan bahwa dunia terus berubah dengan demikian sebuah situasi atau kondisi apapun akan berubah, sebab itu jangan takut untuk bertindak, jangan takut untuk melakukan suatu perubahan apabila pendapat dan tindakan anda masuk akal dan perubahan yang anda lakukan itu bermafaat bagi orang lain, ingatlah satu hal bahwa akal pikiran yang dimiliki oleh orang-orang pintar atau orang-orang sukses atau para ahli para pendahulu kita adalah sama dengan akal pikiran yang dimiliki oleh kamu sebab semuanya berasal dari satu Allah yaitu Allah yang telah menciptakan para ahli-ahli dan para ilmuan terdahulu adalah sama dengan Allah yang telah menciptakan kamu, semuanya tergantung kepada anda bagaimana caranya untuk menemukan hal-hal baru yang masih tersembunyi didalam pikiran kamu, carilah dan temukanlah itu didalam pikiran kamu. Lihatlah apa yang ada disekitar kamu kemudian cari dan temukanlah apa yang ada didalam pikiran kamu.
By : Gilberto; "ini hanya sebuah perspektif pribadi saya terhadap apa yang saya lihat dan apa yang
saya pikirkan" Bagaimana menurut anda? silahkan berikan kriktikan, komentar dan
saran anda, mari kita berargumentasi"!
NB: Artikel ini muncul sebenarnya saya kurang setuju dengan ide yang mengatakan bahwa sifat manusia pada dasarnya adalah "egois" (Realisme), saya tidak setuju dengan kata egois karena pada kenyataanya kadang kala manusia berkorbang untuk orang lain, dengan demikian saya mengangkat topik untuk menulis alasan ketidak setujuan saya terhadap kata egois tersebut namun, ketika saya mulai membahas ternyata ungkapan-ungkapan tersebut diatas muncul dalam pikiran jadi saya selipkan saja disini, jadi ini masih sangat jauh dari inti persoalan tersubut diatas, mohon masukan dan komenternya
NB:Artikel ini belum selesai, dan
masih melakukan pembahasan selanjutnya, sebab itu aku butuh komentar dan
masukan dari teman-teman yang sudah membaca artikel ini untuk
pembahasan selanjutnya. Thanks Meskipun beliau adalah merupakan salah satu penemu tersebesar dalam sepanjang sejarah tapi tahukah anda bahwa berapa kali beliau mengalami kegagalan? dan bagaimana cara menyikapi kegagalan yang dialaminya?
Thomas Alva Edison pernah gagal 10083 kali dalam melakukan percobaan untuk menciptakan lampu pijar. meskipun beliau mengalami sekian banyak kali kegagalan dalam percobaannya akan tetapi kegagalan itu tidak pernaha merubah semangat dan usaha keras seorang Edison, prinsip dan motivasi hidup yang tinggi beliau mengatakan bahwa "Tidak ada kata gagal dalam hidup yang ada hanyalah kurang tepat".
Dimasa kecilnya Thomas Alva Edison mengalami masa – masa yang kurang menyenangkan. Saat Edison masih kecil ia hanya bertahan sekolah selama 3 bulan, hal ini karena gurunya menganggap bahwa Edison terlalu bodoh dan tidak bisa menerima pelajaran apapun. Gurunya memutuskan untuk mengeluarkan Edison dari sekolah itu. Secara fisik, bungsu dari tujuh bersaudara yang lahir tanggal 11 Februari 1847 di Milan,
Ohio, Amerika Serikat ini memang agak tuli. Namun itu tak menjadikannya penghalang. Setelah dikeluarkan dari sekolah, ibunya, Nancy memutuskan untuk mengajari Edison di rumah, kebetulan beliau juga berprofesi sebagai guru. Edison kecil mulai diajari membaca, menulis dan berhitung. Tak disangka, Edison sangat cepat menyerap pelajaran yang diterima dari ibunya. Edison kecil sangat gemar membaca, ia membaca berbagai jenis buku. Berjilid-jilid ensiklopedia dibacanya tanpa jemu. Ia juga membaca buku sejarah Inggris dan Romawi, Kamus IPA karangan Ure, dan Principia karangan Newton, dan buku Ilmu Kimia karangan Richard G. Parker.
Tentu saja percobaan-percobaan yang dilakukannya membutuhkan biaya yang lumayan besar. Edison sangat memahami keadaan ekonomi orang tuanya, di usia 12 tahun ia tak enggan jadi pengasong koran, kacang, permen, dan kue di kereta api yang beroperasi antara kota Port Huron dan Detroit. Sebagian keuntungannya diberikan kepada orang tuanya dan sebagian lagi ia gunakan untuk biaya melakukan percobaan Agar waktu senggangnya di kereta api tidak terbuang percuma Edison meminta ijin kepada pihak perusahaan kereta api, “Grand Trunk Railway”, untuk membuat laboratorium kecil di salah satu gerbong kereta api. Di sanalah ia melakukan percobaan dan membaca literatur ketika sedang tidak bertugas.Kemudian ia menjadi operator telegraf, Ia pindah dari satu kota ke kota lain. Di New York ia diminta untuk menjadi kepala mesin telegraf yang penting. Mesin-mesin itu mengirimkan berita bisnis ke seluruh perusahaan terkemuka di New York.
Tahun 1861 terjadi perang saudara antara negara-negara bagian utara dan selatan. Topik ini menjadi perhatian orang-orang. Thomas Alva Edison melihat peluang ini dan membeli sebuah alat cetak tua seharga 12 dolar, kemudian mencetak sendiri korannya yang diberi nama “Weekly Herald”. Koran ini adalah koran pertama yang dicetak di atas kereta api dan lumayan laku terjual. Operasi olahnya mencapai 400 sehari.Pada masa ini Edison hampir kehilangan pendengarannya akibat kecelakaan. Tetapi dia tidak menganggapnya sebagai cacat malah menganggapnya sebagai keuntungan karena ia banyak memiliki waktu untuk berpikir daripada untuk mendengarkan pembicaraan kosong.
Pada musim panas 1862, Edison menyelamatkan seorang anak berusia tiga tahun yang hampir di tabrak oleh mobil. Ayah dari anak yang diselamatkan adalah kepala stasiun kereta api di tempatnya berjualan. Dan sebagai rasa terima kasih, kepala stasiun tersebut mengajari Edison cara menggunakan telegraph. Setelah 5 bulan mempelajari telegraph, Edison bekerja sebagai ahli telegraph selama 4 tahun. Hampir semua gaji yang didapatnya dihabiskan dengan membangun berbagai macam laboratorium dan peralatan listrik.
Edison sangat senang mempelajari sesuatu dan membaca buku-buku yang ada. Dari semua yang dipelajarinya, Edison menerapkan pelajaran tersebut dengan cara bereksperimen di laboratorium kecilnya. Edison tinggal di laboratoriumnya, hanya tidur 4 jam sehari, dan makan dari makanan yang dibawa oleh asistennya ke laboratoriumnya
Tahun 1868 Edison mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf di Boston. Seluruh waktu luangnya dihabiskan untuk melakukan percobaan-percobaan tehnik. Pada tahun ini pula ia menemukan sistem interkom elektrik.
Thomas Alva Edison mendapat hak paten pertamanya untuk alat electric vote recorder tetapi tidak ada yang tertarik membelinya sehingga ia beralih ke penemuan yang bersifat komersial. Penemuan pertamanya yang bersifat komersial adalah pengembangan stock ticker. Edison menjual penemuaannya ke sebuah perusahaan dan mendapat uang sebesar 40000 dollar. Pada tahun 1870 ia menemukan mesin telegraf yang lebih baik. Mesin-mesinnya dapat mencetak pesan-pesan di atas pita kertas yang panjang. Uang yang dihasilkan dari penemuannya itu cukup untuk mendirikan perusahaan sendiri.
Uang ini digunakan oleh Edison untuk membuka perusahaan dan laboratorium di Menlo Park, New Jersey (1874). Di laboratorium inilah ia menghasilkan berbagai penemuan yang kemudian mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia.
Tahun 1877 ia menemukan phonograph. Pada tahun ini pula ia menyibukkan diri dengan masalah yang pada waktu itu menjadi perhatian banyak peneliti: lampu pijar. Edison menyadari betapa pentingnya sumber cahaya semacam itu bagi kehidupan umat manusia. Oleh karena itu Edison mencurahkan seluruh tenaga dan waktunya, serta menghabiskan uang sebanyak 40.000 dollar dalam kurun waktu dua tahun untuk percobaan membuat lampu pijar. Persoalannya ialah bagaimana menemukan bahan yg bisa berpijar ketika dialiri arus listrik tetapi tidak terbakar. Total ada sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Melalui usaha keras Edison, akhirnya pada tanggal 21 Oktober 1879 lahirlah lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam. Tahun 1882 ia memasang lampu-lampu listrik di jalan-jalan dan rumah-rumah sejauh satu kilometer di kota New York. Hal ini adalah pertama kalinya di dunia lampu listrik di pakai di jalan-jalan. Pada tahun 1890, ia mendirikan perusahaan General Electric.
Masih banyak lagi hasil penemuan Edison yang bermanfaat. Secara keseluruhan Edison telah menghasilkan 1.039 hak paten. Penemuannya yang jarang disebutkan antara lain : telegraf cetak, pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak.
Thomas Edison juga berjasa dalam bidang perfilman. Ia menggabungkan film fotografi yang telah dikembangkan George Eastman menjadi industri film yang menghasilkan jutaan dolar seperti saat ini. Dia pun membuat Black Maria, suatu studio film bergerak yang dibangun pada jalur berputar.
Kemudian sejarah ilmu pengetahuan mencatat nama orang yang hidup tahun 1847-1931 ini (meninggal di West Orange, New York, pada tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun), sebagai penemu terbesar di dunia dengan 3000 penemuan. Ia bahkan pernah menemukan 400 macam penemuan dalam masa 13 bulan. . Edison melakukan percobaan dan eksperimen terus menerus hingga penemuan-penemuannya menjadi sempurna. Mungkin kata yang cocok untuk menggambarkan kepandaian Edison adalah: "Genius adalah 99% kerja keras"
Saya sengaja melampirkan kisah beliau sebagai kisah inspiratif untuk manksud dan tujuan dari topik tersebut diatas, bahwa yang sesungguhnya pengetahuan dan impian itu tidak datang sendirinya tanpa adanya usaha keras yang dilakukan, sesungguhnya segala sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia sudah ada sejak dunia dijadikan, semuanya telah disediakan oleh Allah dengan apa untuk mengelola mengelola ciptaan-Nyapun Allah telah sediakan dan telah diserahkan kepada manusia sejak manusia diciptakan (Kej 1:26) manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah ini artinya pikiran yang digunakan oleh Allah untuk menciptakan dunia serta isinya saat itu telah diberikan kepada manusia yaitu akal budi, dengan maksud agar manusia mengunakan akal budi tesebut untuk mengelola sumber daya alam yang telah Allah sediakan. sebab itu manusia dengan akal budinya merawat dan mengelola sumber daya alam yang ada sebagai generasi penerus. Segala sesuatu yang diciptikan oleh Allah semuanya mempunyai manfaat dan fungsi masing-masing sesuai dengan kebutuhan hidup manusia namun tergantung bagaimana cara setiap orang dapat berpikir untuk menggunakan segala ciptaan yang ada untuk menunjang hidupnya, oleh sebab itu jangan berhenti berpikir dan bermimpi atau berkehendak, tapi mari kita terus mencoba untuk memulai hal-hal yang baru meskipun gagal, meskipun sulit tapi yang terpenting bagi kita adalah lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali, saya mau mengulang kembali perkataan Thomas Alva Edison bahwa lupakanlah kata gagal dalam pikiranmu tetapi ingatlah bahwa yang ada hanyalah cara yang belum tepat, sebab jika gagal sekali terus mencoba dan mercoba lagi dengan cara dan strategi yang berbeda dan apabila sudah menemukan cara dan strategi yang tepat maka anda akan berhasil, ingat bahwa sesutu yang ada didunia ini tidak ada yang mutlak absolut tetapi yang ada hanyalah perubahan yang berjalan seiring dengan berputarnya waktu, siang menjadi malam dan sebaliknya, ini menunjukan bahwa dunia terus berubah dengan demikian sebuah situasi atau kondisi apapun akan berubah, sebab itu jangan takut untuk bertindak, jangan takut untuk melakukan suatu perubahan apabila pendapat dan tindakan anda masuk akal dan perubahan yang anda lakukan itu bermafaat bagi orang lain, ingatlah satu hal bahwa akal pikiran yang dimiliki oleh orang-orang pintar atau orang-orang sukses atau para ahli para pendahulu kita adalah sama dengan akal pikiran yang dimiliki oleh kamu sebab semuanya berasal dari satu Allah yaitu Allah yang telah menciptakan para ahli-ahli dan para ilmuan terdahulu adalah sama dengan Allah yang telah menciptakan kamu, semuanya tergantung kepada anda bagaimana caranya untuk menemukan hal-hal baru yang masih tersembunyi didalam pikiran kamu, carilah dan temukanlah itu didalam pikiran kamu. Lihatlah apa yang ada disekitar kamu kemudian cari dan temukanlah apa yang ada didalam pikiran kamu.
By : Gilberto; "ini hanya sebuah perspektif pribadi saya terhadap apa yang saya lihat dan apa yang
saya pikirkan" Bagaimana menurut anda? silahkan berikan kriktikan, komentar dan
saran anda, mari kita berargumentasi"!
NB: Artikel ini muncul sebenarnya saya kurang setuju dengan ide yang mengatakan bahwa sifat manusia pada dasarnya adalah "egois" (Realisme), saya tidak setuju dengan kata egois karena pada kenyataanya kadang kala manusia berkorbang untuk orang lain, dengan demikian saya mengangkat topik untuk menulis alasan ketidak setujuan saya terhadap kata egois tersebut namun, ketika saya mulai membahas ternyata ungkapan-ungkapan tersebut diatas muncul dalam pikiran jadi saya selipkan saja disini, jadi ini masih sangat jauh dari inti persoalan tersubut diatas, mohon masukan dan komenternya
No comments:
Post a Comment